Uncategorized

Izin Jalur Baru Kerinci Akan Diajukan ke TNKS

Dijadikan Pendakian Eksklusif, Izin Jalur Baru Kerinci Akan Diajukan ke TNKS

PEMERINTAH Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat akan mengajukan permohonan izin jalur baru pendakian ke Gunung Kerinci melalui Kecamatan Sangir di kabupaten itu kepada Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Pengajuan izin dilakuan karena karena jalur baru menuju puncak gunung tertinggi hackworthrealty.com di Pulau Sumatera 3.805 mdpl itu melewati Zona Inti dan Zona Rimba TNKS. Zona inti tidak boleh dimanfaatkan untuk wisata, sedangkan Zona Rimba bisa digunakan untuk wisata alam terbatas.

Jalur bisa dibuka untuk tujuan pendakian wisatawan jika zona telah diturunkan statusnya menjadi Zona Pemanfaatan, sehingga diperbolehkan digunakan untuk wisata alam.

Kepala Seksi Pengelola Kawasan Strategis dan Destinasi Kepariwisataan Solok Selatan Aig Wadenko mengatakan, data dari tim finalisasi yang telah melakukan pendakian sejak 16-20 Januari akan diolah.

“Data tersebut menjadi lampiran surat usulan perubahan zonasi rute pendakian dari Bupati Solok Selatan kepada Balai Besar TNKS,” kata Aig Wadenko yang juga anggota tim finalisasi jalur kepada JurnalisTravel.com, Sabtu, 21 Januari 2017.

Jika perubahan zonasi disetujui, kata Aig, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solok Selatan akan membangun infrastruktur pendukung jalur di luar kawasan TNKS. Di antaranya gerbang, posko terpadu, tempat parkir kendaraan, dan MCK.

Ia menambahkan, Dinas Pariwisata Solok Selatan akan menggodok regulasi yang bisa memproteksi potensi yang ada di jalur pendakian Kerinci melalui Solok Selatan.

Izin Jalur Baru Kerinci Akan Diajukan ke TNKS

“Bisa jadi ada batasan kuota pendakian, pendampingan buat pengunjung, wajib ada guide, dan lainnya, asuransi juga, planning-nya jalur ini buat pendakian ekslusif, masukan dari tim finalisasi mengarah ke sana,” katanya.

Anggota Tim Finalisasi dari Wanadri, Jhoni Masrul yang baru melakukan pendakian mengatakan, jalur baru Gunung Kerinci lumayan panjang.

Untuk perjalanan normal, katanya, lama pendakian empat hari tiga malam.Total bermalam dan mendirikan camp tiga malam. Saat di cadas dan puncak gunung, telepon selular bisa digunakan karena ada sinyal.

Ia menambahkan, pendaki dari jalur lama yang melewati KersikTuo, Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi bisa bertemu jalur dengan pendaki dari jalur Solok Selatan pada ketinggian 3.650 mdpl atau di tugu Yudha.

Sumber air bersih ada pada ketinggian 1.850 mdpl dan pada ketinggian 2.600 mdpl.

“Di Camp 2 pada ketinggian 3.150 belum sempat cek air, tapi kemungkinan ada,” katanya.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solok Selatan membentuk tim finalisasi yang juga melibatkan sejumlah kelompok pencinta alam seperti Sekber (Sekretariat Bersama) Pencinta Alam Solok Selatan, Wanadri, Mapala Universitas Indonesia, dan Mapala Aranyacala Trisakti.

Sejak lama Gunung Kerinci hanya memiliki satu jalur pendakian dari Kersik Tuo, Kayu Aro, Kabupaten Kerinci. Masuk kawasan TNKS, jalur ini bersatus zona pemanfaatan untuk wisata alam dan dikelola Balai Besar TNKS. Setiap pendaki masuk menggunakan tiket.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *